Poem Id: 133   Kuntuman Mawar Kuning

Wajahnya selembut sutera
khabarnya,
Dibentengi sehelai kain nipis
Berbudi pekerti
dan petah berbicara.
Tiada pilihan untukku
Selain mengagumi.

Saat pertama bersua,
Walaupun hanya seketika,
Lidahku kelu tak terkata,
Terpesona dek kewibawaan dirimu;
Kemuliaan akhlakmu;
Ketinggian intelekmu.

Hari demi hari berlalu,
Benih yang tersemai di lubuk hati
Bercambah menjadi sepohon cinta suci,
Persahabatan kuletak di tepi.
Kukumpul segala kudrat atas keinginan
Tika hari terakhir bertemu,
Aku memberanikan diri mencari dirimu.
Kutemu diri yang berbudi pekerti,
Dikau membalas senyumanku dengan senyuman.

Kuntuman mawar merah di tangan
tak sempat kuhulur
Dikau pun menghulurkan
"Terima kasih," ucapan diberi.

Tatkala diri menerima
Barulah kusedar keadaan asal
Padamu kasih,
Aku sekadar kuntuman mawar kuning.

=yuu kaito=
 in association with Thivya

18.8.2006
 

Hit Counter

Close page

 
 
Rate this poem.

Kuntuman Mawar Kuning




View Results
Free poll from Free Website Polls