| Poem
Id: 133 |
|
Kuntuman
Mawar Kuning Wajahnya selembut sutera khabarnya, Dibentengi sehelai kain nipis Berbudi pekerti dan petah berbicara. Tiada pilihan untukku
Selain mengagumi.
Saat pertama bersua, Walaupun hanya seketika, Lidahku kelu tak terkata, Terpesona dek kewibawaan dirimu; Kemuliaan akhlakmu; Ketinggian intelekmu.
Hari demi hari berlalu, Benih yang tersemai di lubuk hati Bercambah menjadi sepohon cinta suci, Persahabatan kuletak di tepi. Kukumpul segala kudrat atas keinginan Tika hari terakhir bertemu, Aku memberanikan diri mencari dirimu. Kutemu diri yang berbudi pekerti, Dikau membalas senyumanku dengan senyuman.
Kuntuman mawar merah di tangan tak sempat kuhulur Dikau pun menghulurkan "Terima kasih," ucapan diberi.
Tatkala diri menerima Barulah kusedar keadaan asal Padamu kasih, Aku sekadar kuntuman mawar kuning.
=yuu kaito=
in association with Thivya
18.8.2006
Close page |
|
|