|
Poem Id: 135 |
|
Walau
langit cerah
Riak mu
masih berduka
Apalagi
gelap menyapa
Wajahmu
terbias rasa kecewa
Apa
gerangan kau berlara wahai bonda?
Sudah
berkurun lama
Kenapa
masih bermuram durja?
Dia
mencipta dengan zat yang Maha Agung
Hati
terusik bila merenung
Ilham
dari gunung
Bahawa
setiap kelahiran ibarat bertarung
Bonda
bermurung ,
Helang
gah tak terkurung
Siapa
di antara kita bisa menyelami
Gadis ku
dalam koma……..
Rahsia
hati dayang yang bukan dari istana
Bukan
juga dari mahligai kaca
Simbolik
pada jarak , ton dan warna
Disiram
hujan , pokok rimbun tidak sama
Kaki
langit pulau lagenda tidak sekata
-
Pasti
ada cerita
-
Kiasan
rasa naluri bonda
-
Bahawa
hidup adalah pengorbanan
-
keringat
dan titisan air mata,
-
Bukan
cerita penglipur lara
-
Landskap
terbentuk mengolah bicara
-
Rasa
yang tidak terluah oleh kata-kata
-
bonda yang melahirkan kita
Siapa peduli?
-
Dia
senyum dalam duka
-
Dia
berduka dalam ketawa
-
Renung,
renunglah……….
-
Ilham
dari Pencipta
-
Mak,
sejenak aku keluar dari kepompong kasihmu,
-
mencari
kasih lain........
-
Melengkapi fasa kehidupan manusia dalam janjiNya,
-
bahawa
setiap satu ada dua.
-
Ingin ku
menyelongkar hikmah dan rahsia…
Ternyata !!
-
Tidak
mudah aku raih
kasih setulus & sesuci dirimu.
-
Kau
memberi ,
tak pula kau
pinta dibalas!
-
Kau
menyayangiku bagai satu anugerah yang paling agung,
-
seolah-olah dihadiahkan hanya untukmu.
-
Mak,
saat resah menyerang diri,
-
aku
laungkan namamu dalam hati,
-
berulang
kali !!!Kuharap diri ini
setabah dirimu,
-
tegar
meredah segala rasa, rela senyum dalam derita....
-
semua
demi anak-anak yang kau
cinta...
-
aku mula
mengerti bahawa dengan
cinta
-
akan
membuatkan kita
sanggup berkorban apa saja.
-
Aku
ingin mengapai
cahaya cinta itu.
AidaAziz @ Langkawi 27/08/2006 5.40pm
-
Submitted on 23.9.2006

Close page
|
|