Poem id:139   

 

 

Cinta Pertama

Saat bulan purnama menyinar 
Bergetar berdetup hatiku 
bagai disambar sang garuda 
Indahnya sinar pancara bulan
Manalah mampu menanding sinar matamu 
 
Masih segar lagi di ingatanku 
bibit-bibit perkenalan di antara kita 
pabila mata bertentangan mata
Gelodak hatiku tak mampu ku tanggung lagi 
Secebis hati ini bagai direntap 
direntap dengan kerelaanku 
 
Hidup dipenuhi dengan kegembiraan 
Sejak detik pertama pertemuan kita 
Sesaat tidak kutemu
hala hidupku bagai hilang arah 
Sesaat tidak kutemu 
tiada apa guna hidup ku rasa 
Sesaat tidak ketemu
 
Bagaikan seribu tahun di neraka ku menunggumu
Tanpa kemunculan kelibat bayangmu, 
Apalah erti hidupku ini 
Hadiahkanlah ku intan, emas, permata 
Hadiahkanlah ku bidadari syurga 
Hadiahkanlah ku seluruh dunia ini
 
Apalah ertinya segala-gala hadiah ini 
Kiranya dibandingkan dengan senyum manismu 
Bahkan, andai ku dapat merasa seri wajahmu,
Sudah memadai bagiku menggagahi hidup ini.
 Sudah tertulis tersurat di dalam takdir hidupku, 
Untuk mengecam memiliki dirimu
 
Mungkin inilah misi dan visi aku terus berairi di muka bumi ini, 
Agar dapat ku kecap dan mendalami hati kecil mu' 
Hidupku yang dulunya muram, suram, kulam gelap gempita 
Kini berseri-seri, 
bergemerlapan serta berwarna-warni 
 
Sejak detik saat kutatap wajah mu 
di saat perkenalan kita dulu 
Walaupun di antara kita 
belum pernah terluah secebis perkataan pun 
Ku rela, ku tabah, ku redha menunngu 
Sehingga tibanya hari yang bakal menyatukan kita 
buat selama-lamanya....
Flying without wing
November 26,2006
 
 
Rate this poem.
 
Cinta Pertama



View Results
Free poll from Free Website Polls