Poem Id 126   Rindu harapan

menatap kelam malap
dunia ciptaan ilahi
senja semalam berlabuh lagi
terpana daku direaliti
arah mana harus ku langkahi
tiada terarah lagi
bagai rentapan dari hati
resah menyelinap lagi
renungku sungul memerhati diri
mamatikan langkahku berdiri
menanti cinta nan dinanti
resah gelisah jangan diungkap lagi
tiada erti
tiada terperi
daku bersendiri
menanti mentari pagi
merindui kekasih hati

dini pagi menyerlah seri
bahagia pagi ini
mekar harapan cerlang dihati
duhai kekasih hati
rindu ini bagaikan api
membakar rinduku
membarakan cintaku
meresahkan daku dalam salju
menongkah optimis rasaku
tabahkah daku menahan rindu
tegarkah daku melawan gelora rindu

namun..
detik tetap ku nanti
melanggar syariat
pantang berjanji
melnggar adat
tiada ku hajati
bahagia tiada dinanti
tenang tiada dipatri
andai batasanNya dilanggari
saatnya tetap ku janji
waktunya pasti
kan ku ikatkan janji
kan ku kunjungi
dengan limpahan berwali
walimah berseri
redha semua disisi
menanti hari
dirimu sayang
permaisuri ku abadi

duhai sayang...
ku seru kan kasihmu
dengan jambangan rinduku
dimemuncak resah
tiada ku tahu
tiada nan tahu
hanya jiwa perindu
nan pasti
sayang daku menantimu
menunggu barita darimu
meniti hidup bahagia beradu
mesra berpadu rindu bersatu

kini ku tahu
ku serahkan segalanya
hanya buatmu
hanya padamu
ku serah kasih ini
ku abadikan cinta satu
pada nan sudi
pada diri yang mengerti
pada hati yang berjanji
hati ku tiada siapa nan tahu
tiada harapan
tiada igauan
namun nan ku tahu
hanya dirimu sayangku
bidadari terpahat dikalbu

nukilan : mcs
6 May 2006

Hit Counter

Close this page

 
 
Rate this poem.
 

Rindu Harapan




View Results
Free poll from Free Website Polls