- Senyum
mu membungkam jiwa
- Kau
hadir tika ayah masih belia
- Ayah
sambut dengan gembira
-
- Kini
-
- Kau
hilang…
- Tika
ayah masih perkasa
- Bergolok
bergadaipun ayah rela
- Sedayanya…
-
- Tapi
ketentuanNya sudah tertera
- Redha
ayah dalam terpaksa
- Apa
tidaknya?
- Nyawa mu
melayang sekelip mata.
- Hati
ayah mana tidak tersiksa!
- Ibu mu
direntap jiwanya
- Pergi mu
tragis
- Kami
menangis…
- Mana ada
ayah yang sanggup melihat
- Darah
dagingnya disiat-siat
-
- Wahai si
mungil yang petah berkata
- Yang
diam mu menyimpan rasa sakit yang kau derita
- Namun
kau tetap tersenyum mengubat jiwa
- Dan kami
tidak pernah mendiarikan putus asa!
-
- Nurin,
-
- Ayah
mewakili ayah-ayah seluruh Malaysia
- Dan
ayah-ayah seisi dunia
- Yang
punya jiwa halus mengasihi mu sepenuh hati
- Nyamuk nan seekor sedayanya kami tepis
- Dan
seadanya dengan keyakinan kasih ini
- Kami
juga yakin bahawa si durjana itu takkan
- selamanya
terlepas bebas!
-
- Nurin tersayang,
- Ini
doa ayah dan ibu iringkan
-
Andai itu janji Tuhan
- Kau
mesti pergi sebelum sakit mu kami ubati
- Dan
poster senyum mu terbiar sepi…
- Tak
terdaya seorang hamba menafikan takdirNya
-
Setelah usaha mencari mu kami ikhtiarkan penuh gigih
-
Mengharap kau kembali tersenyum seperti
- Yin
ke pangkuan bonda
- Tapi
kau kambali ke pangkuan Pencipta!
-
-
Nurin,
- Ayah
doakan selamat kau di sana
-
Insan kecil yang tak pernah berdosa
-
Pergilah engkau laksana kain putih
-
Amanah Tuhan yang kami kasih
-
Hilang bila kami terlepas pandang
- Dan
tewas digengaman petualang
- Apa
daya mu Nurin
- Jika
saat itu kami dengar kau menangis
-
Apatah lagi jiwa kami ini…
-
Pasti merintih pedih!
-
-
NUKILAN:
- 24
SEPTEMBER 2007 12.00PM
-
Email : aidadiana@ yahoo.com


Close this page