Poem id: 170 Untuk Mu

Bukankah aku selalu disisi
cuma kau tak sedari....
aku sentiasa dihati
cuma kau tak perhati
disatu sudut aku berdiri
didinding sepi
Belajar untuk mengerti
untuk mendengari
fahami apa yang terjadi

belajar menjadi bahu bila diperlu
agar dapat memberi kau selimut
Kala tangisanmu menjadi ribut
agar hangat kembali hati yang beku
agar merekah kembali senyum dibibir
agar meledak lagi tawamu hiasi diri
agar lengkap hari-hari yang kau lalui
bagai bunga kembang pagi

aku selalu temanimu
walaupun jasad ku jauh
aku selalu mahu menjadi api
agar kau berani kala dilanda gelapnya lara
agar berani dan tabah menandingi
hati-hati yang sering menyakiti
agar kuat dan hebat dimata kerabat

aku selalu mahu….
Tuhan dahulukan kamu
Miliki bahagia berbanding aku
Kerna sinar senyummu
Bisa cairkan laraku
Bisa lenturkan keluhku
Bisa jerluskan lelahku
Didalam kabut kaulah mentari bersinar pagi
Dimusim salji putih berseri

Lady Mesra
1..12.2007
 
Hit Counter
 
Close this page
 
Rate this poem

Untuk Mu




View Results
Free poll from Free Website Polls