| Poem Id: 159 |
BERABAD
LAMA
(Not for contest)
Beberapa lama ianya disimpan
Terpatri kemas di sudut terdalam
Sukar benar dimengertikan
Melankolia syahdu membuai
Mustika kalbu terusan menyanjung
Akujanji diisytihar tanpa saksi
Hitam putih kelabu tidak terzahir
Walau sebaris kata sukar diucap
Salam dihulur harapan bersambut
Di awan putih di langit nan biru
Tinta melorek senyum terukir
Di dada impian menggunung sayup
Melati disimbah mentari dinihari
Senyum itu tidak pernah mungkir
Di luar sedar bayangan dicari
Di bawah sedar semakin menjauh
Tidak mungkin kejora dimiliki
Suratan dan kebetulan apakah ini?
Bicara tidak lagi seirama seritma
Tidak diduga ia sebentar cuma
Medan derita di hadapan sengsara
Andai mengasihi satu kesilapan
Biarkan kesilapan itu selamanya
Tahu hina walau keikhlasan dihulur
Dirayu dipujuk menurut rentak
Lantas ke mana hilangnya rasa itu?
Rumput di seberang lebih menghijau
Saujana tenang mata memandang
Jangan hanya jadikan pelengkap diari
Lepaskan secara bermaruah itu lebih mulia
Cukup sekali usah ulangi lagi yang terjadi
Tiada siapa pinta begini akhirnya
Cinta yang terdahulu hadir di sana
Jangan membayangi kasih yang datang
Lembayung senja berarak lesu
Menyaksikan derapan langkah
Lemah longlai di dalam gerimis
Hati menangis berlagu pilu yang sarat
Pergilah rindu pergilah kasih
Permisi berlalu dipuput bayu
Alam seakan mengerti sendu itu
Sepoi angin tidak lagi terasa
Embun seakan malu menjenguk diri
Patah sayap paruh bukan galang ganti
Lebih separuh semangat itu hilang
Bagaimana bisa dipulihkan
Bukan mudah dalam sekejap waktu
Mungkinkah lama, mungkinkah tidak
Hati mengatakan, Ya! berabad lamanya
eLregina, KL
150707
2330 hrs

Close this page |
|
|