Sayang

Poem participated in June Contest

Sayang,
di saat tinta tiada berbicara
hati merintih mengenang dirimu
bibir bergetar memanggil namamu
lamunan jua datang bertamu.

katamu,
sayangku, seandainya mentari pagi terbit di ufuk timur
engkaulah yang pertama menunggu dan menanti
agar terpatri sebuah cinta
sirih pinang di atas persada

Sayang,
katamu, kalau merindu hati merindu
resah gelisah bicara budi
adat muda menanggung rindu

bisikmu,
rindu ini tidak tertahan lagi
jiwa terseksa memagut rasa
hati berdetik menahan gelora
merindu pada sinar mata
seulas bibir mengukir senyuman.

Sayang ku,
kini janji mu terkota sudah
aku telah menjadi milik mu.
Kau lah suami ku yang tersayang
 
~ heart
June 2005
Hit Counter
 
Keep tract on number of visitors viewing this page.